Author Archive

Monday, December 02nd, 2013 | Author:

 

Dan apabila saya mengingat-ingat kembali tentang pengalaman pertama mengenal TIK, mungkin yang saya ingat adalah ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Dimana, pada waktu itu saya pertama kali diperkenalkan dengan teknologi komputer dan kebetulan dirumah saya juga ada monitor komputer yang rusak ditemani dengan CPU dan keyboardnya yang juga sama-sama rusak. Awalnya saya kira komputer itu bisa dijadikan mesin waktu karena itu adalah stigma yang saya dapatakan setelah menonton sinetron lo**ng wa*k* yang dimana di sinetron tersebut digambarkan sebuah komputer yang bisa mengirimkan orang kemanapun dia ingin.  Itulah awal mula pengetahuan saya dengan teknologi informasi dan komunikasi walau masih dalam bentuk kasar.

Namun, pengenalan yang lebih serius adalah ketika saya masuk SMP, di sana saya mulai diajarkan untuk sedikit melek teknologi. Diajarkan mulai dari pengenalan perangkat-perangkat lunak sampai sampai diajarkan untuk pengembangan game 3D(ini bohong). Hal pertama yang diajarkan adalah hal-hal mainstream, entahlah stigma kurikulum yang harus diikuti memang mungkin harus seperti itu, dan saya juga sebagai siswa dituntut untuk menguasainya, padahal yang maha menguasai hanya Allah.

Semakin naik jenjang emakin naik pula tingkatan pengetahuan tentang teknologi informasi, saat masuk SMA saya mulai diajarkan bahasa perograman, seperti Turbo Pascal. Hal lain, yang saya dapatkan adalah mengenai macam-macam jaringan, internet, dan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan design. Saya juga senang belajar AutoCAD karena memang saya bercita-cita untuk menjadi seorang insinyur, ya arsitektur tepatnya. Namun, karena banyak hal, saya akhirnya terdampar di jurusan psikologi ini dan terus? Menikmatinya.

terimakasih

 

Category: Uncategorized  | 4,922 Comments
Monday, December 02nd, 2013 | Author:

Aplikasi ICT dalam Psikologi

Ya, dan sebelum kita beranjak pada hal yang lebih jauh, kita harus menjadi struktualis dulu seperti Wundt untuk dapat menjelaskan sesuatu secara terstruktur.

Kita mulai dari ICT. Dan tahukah kamu apakah itu ICT?. Itu setidaknya adalah akronim dari information technology and communication yang kalau di bahasa indonesiakan menjadi teknologi informasi dan komunikasi, supaya kamu tahu. Dan tahukah kamu apa itu psikologi?. Secara bahasa psikologi berarti ilmu jiwa, ya benar psikologi itu diambil dari bahasa yunani. Namun, ssecara konkret yang menjadi objek kajian dari psikologi itu sendiri tidak pernah benar-benar tentang keadaan jiwa namun, hanya manifestasinya saja dalam bentuk perilaku.

Contoh pemanfaatan teknologi informasi yang sederhana untuk seorang psikologi adalah misalnya apabila ia ingin menulis hasil dari observasinya ia bisa menggunakan Microsoft Word. Dan begitu juga apabila seorang psikolog memerlukan ukuran-ukuran lain dalam statistic penelitiannya ia bisa menggunakan SPSS.

Salah satu perkembangan teknologi informasi yang terkait dengan dunia psikologi adalah teknologi finger print. Finger print merupakan teknologi pembaca sidik jari yang mana perangkat ini dapat membantu para psikolog untuk menemukan bakat dan minat seseorang. Teknologi ini juga sering disebut dermatoglyphics.

Perkembanga teknologi dermatoglyphics ini semakin membuktikan bahwa ada hubungan langsung maupun tidak langsung antara sidik jari dengan system kerja otak. Dimana diketahui bahwa pola-pola guratan sidik jari telah terbentuk ketika berada di janin dalam usia kandungan 13-24 minggu, yang sekaligus berhubungan dengan perkembangan pembentukan otak.

 

Sumber:

Dahsyatnyasidikjari.com

Category: Uncategorized  | 1,937 Comments
Monday, December 02nd, 2013 | Author:

Ini adalah sejenis perkenalan. Dan saya adalah dia orangnya. Saya adalah dia orangnya yang lahir di bandung secara de jure pada bulan oktober dan secara de facto juga sama. Tepatnya tanggal 9, ditunjukan oleh akta kelahiran dan dengan didukung bukti otentik, yaitu keterangan langsung dari ibu saya. Saya juga adalah dia orangnya yang lahir di rumah sakit di bandung dengan dibantu orang-orang terlatih dan terdidik dalam bidang membantu kelahiran, tentunya. Saya terlahir biasa saja, kurang lebih sembilan bulan. Sebelum lahir, kebetulan saya sama dengan makhluk hidup lainnya berada di Rahim ibu terlebih dahulu. Ah, siapasih dia ibu? Cuma jantung hatiku yang merangkap jadi malaikat utusanNya untuk menjaga si aku.

Saya juga terlahir  keren dari seorang ibu yang juga keren, ayah juga keren, kakak perempuan saya juga, dia tidak keren tapi cantik tapi keren juga, sih.

Inilah saya, yang diberikan nama oleh bibi dengan sejenis harapan akan menjadi anak baik dan ternyata harapannya terkabul. Ricky Oktapialdi, itulah nama yang diberikan beliau untuk saya, ya, khusus untuk saya. Entahlah, apa filosopinya namun yang pasti setelah saya mencari sana-sini arti nama, saya menemukan bahwa Ricky berarti kekuatan. Ya, sebenarnya tidak sebanding dengan kepribadian saya yang sibuk, sibuk bermalas-malasan dan menikmati setiap masalah.

Inilah saya dengan segala permasalahan yang ada disekitar lingkungan, saya yang kalau makan biasa dengan tangan kanan, yang kalau isi pulsa pergi ke counter, yang kalo minum, minumnya air, yang kalau sholat menghadap kiblat, yang gaya berpakaiannya pakai baju dan celana, yang kalau tidur sama seperti kebanyakan manusia, yang kalau ngomong ngawur kemana-mana, ya tapi inilah ini saya yang diciptakan berbeda dengan kamu, kamu juga diciptakan berbeda dengan orang lain, orang lain juga diciptakan berbeda dengan saya.

Saya adalah dia yang antisosial, yang panutannya Nabi Muhammad, yang suka juga Sigmund Freud, juga suka Jalaluddin Rumi, mutthahari juga, Nabi Khidr juga, Pidi Baiq juga, dan suka kamu juga.

Terimakasih Allah, tempat saya di bumi.

 

 

Category: Uncategorized  | 5,973 Comments
Wednesday, November 27th, 2013 | Author:

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Category: Uncategorized  | 851 Comments